
REMBANG, BursaNasional.com – Suasana Balai Pertemuan Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Kamis (17/9/2026), tampak berbeda. Sejumlah produk unggulan desa dipamerkan, pelaku BUMDes dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berkumpul, sementara ruang utama dipenuhi peserta yang mengikuti dialog mengenai masa depan ekonomi desa.
Momentum tersebut berlangsung dalam Jambore BUMDes dan KDMP DEFA Rembang 2026, yang mempertemukan lembaga-lembaga ekonomi desa dari sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang.
Mengusung tema “Memperkuat Strategi Lembaga Ekonomi Desa Menuju Desa Mandiri dan Sejahtera”, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Jambore dirancang menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas pengelola lembaga ekonomi desa, mempromosikan produk, berbagi praktik baik, sekaligus membuka jejaring kemitraan dan pasar.
Menurut keterangan panitia, kegiatan diikuti sekitar 150 peserta, terdiri dari 20 BUMDes dan 20 KDMP dari lima kecamatan, yakni Sulang, Pancur, Gunem, Pamotan, dan Kaliori.
Kegiatan diselenggarakan oleh Tim Fasilitator DEFA 2 STAPA Center dan dihadiri langsung Direktur STAPA Center Agus Rohmatullah, Manajemen Program DEFA 2 Jauharul Lutfi, Camat Sulang, serta sejumlah tamu undangan dari unsur dinas dan lembaga terkait.
Bupati Berhalangan Hadir, Diwakili Plt Dinpermades
Bupati Rembang yang semula dijadwalkan memberikan Keynote Speech & Arahan Kebijakan berhalangan hadir. Agenda tersebut kemudian diwakili Drs. Slamet Hariyanto, M.Si., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang.
Dalam arahannya, Slamet Hariyanto memberikan apresiasi terhadap Program DEFA yang dinilai memberikan ruang bagi lembaga ekonomi desa untuk belajar dan mengembangkan kapasitasnya.
Para peserta juga diharapkan tidak berhenti pada kehadiran dalam forum Jambore. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan serta diaplikasikan dalam pengelolaan BUMDes maupun KDMP di masing-masing desa.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan rangkaian acara yang memang memberikan ruang cukup besar bagi peserta untuk berdiskusi dan membangun jejaring.
Talkshow Bahas Sinergi Pemerintah, BUMDes dan KDMP
Setelah pembukaan dan sambutan, kegiatan memasuki Talkshow Inspiratif. Tema yang diangkat yakni:
“Sinergi Pemerintah, BUMDes dan KDMP dalam Memperkuat Ekonomi Desa Menuju Rembang yang Mandiri dan Sejahtera.”
Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyimak pembahasan mengenai penguatan lembaga ekonomi desa sekaligus bertukar pengalaman.
Tidak berhenti di talkshow, peserta kemudian mengikuti sesi tanya jawab secara interaktif. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Temu Jejaring, yang diarahkan untuk berbagi praktik baik serta membuka peluang kolaborasi.
Bagi para pengelola BUMDes dan KDMP, forum seperti ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana lembaga ekonomi desa lainnya menjalankan kegiatan, mengembangkan produk, maupun membangun jaringan usaha.
Produk Unggulan Desa Ramaikan Bazar dan Expo
Di sisi lain, Jambore juga menghadirkan Bazar UMKM dan Expo Produk Unggulan BUMDes serta KDMP.
Produk-produk yang dibawa peserta menjadi bagian penting dari kegiatan. Bazar tidak hanya menjadi tempat memamerkan hasil usaha, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi desa kepada peserta dan tamu undangan.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi desa tidak hanya berbicara tentang kelembagaan, tetapi juga mengenai bagaimana produk desa dapat memiliki nilai ekonomi dan menemukan akses pasar.
Ada Penyerahan Simbolis Bantuan Bibit Lele
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam Jambore adalah prosesi simbolis penyerahan bantuan bibit lele beserta peralatan kolam dari Yayasan STAPA Center kepada BUMDes terpilih.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengaplikasian Program DEFA.
Prosesi ini menjadi bagian yang memperlihatkan adanya upaya membawa program pemberdayaan dari forum pertemuan menuju praktik di lapangan.
Bibit dan peralatan kolam yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh BUMDes penerima untuk menjalankan kegiatan produktif sesuai dengan program yang dikembangkan.
Dari Forum Desa untuk Ekonomi yang Lebih Produktif
Jambore BUMDes dan KDMP DEFA Rembang 2026 pada akhirnya mempertemukan berbagai unsur dalam satu ruang: pemerintah, pengelola lembaga ekonomi desa, pelaku usaha, pendamping program, hingga tamu undangan dari instansi terkait.
Rangkaian kegiatan mulai dari talkshow, tanya jawab, temu jejaring, bazar, expo hingga penyerahan bantuan menunjukkan bahwa penguatan ekonomi desa membutuhkan lebih dari sekadar modal.
Kapasitas pengelola, kemampuan membangun jejaring, kualitas produk, akses pasar, dan kemitraan menjadi bagian yang saling berkaitan.
Semangat itulah yang dibawa dalam Jambore DEFA Rembang 2026. Lembaga ekonomi desa didorong tidak hanya menjadi institusi administratif di tingkat desa, tetapi mampu berkembang menjadi penggerak kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan rumusan tindak lanjut, foto bersama, dan penutupan.
Jambore selesai, tetapi pekerjaan lembaga ekonomi desa justru dimulai setelahnya: membawa pengetahuan, jejaring, dan peluang yang diperoleh dari forum tersebut untuk benar-benar diterapkan di desa masing-masing. (red/mah)

