
Bursanasional.com || Rembang — Puluhan siswa MAN 2 Rembang mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan medis di Puskesmas Lasem pada Selasa (08/09/2026). Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya kaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pendataan hingga Selasa sore, sebanyak 36 siswa telah mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas Lasem. Dari jumlah tersebut, 15 siswa menjalani rawat inap, 15 lainnya mendapat perawatan jalan, sedangkan enam siswa masih dalam tahap observasi.
Meski dugaan keterkaitan dengan makanan MBG muncul, penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut hingga kini masih dalam proses pemeriksaan. Petugas kesehatan juga melakukan pengambilan sampel makanan untuk membantu memastikan penyebab kejadian.
Di tengah proses pemeriksaan tersebut, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngemplak bersama pihak mitra menyampaikan permintaan maaf kepada para penerima manfaat dan keluarga yang terdampak.
Pihak mitra menyatakan akan mengambil tanggung jawab dengan menanggung biaya pengobatan pasien selama menjalani perawatan. Selain kebutuhan medis, pasien dan keluarga juga akan mendapatkan dukungan berupa konsumsi, bingkisan, serta uang tali asih.
“Kami minta maaf kepada seluruh keluarga penerima manfaat atas kejadian yang ada. Kami akan bertanggung jawab semaksimal mungkin. Kami akan meng-cover seluruh biaya pengobatan. Kami juga akan menyiapkan konsumsi, bingkisan, dan kebutuhan lainnya selama pengobatan pasien berjalan,” ujar Adi Rocky Sakti, perwakilan mitra.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Ngemplak Raditya Ardi Pratama turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang terjadi. Kami sangat prihatin terhadap kondisi yang dialami oleh para pasien. Bersama pihak mitra, kami berkomitmen untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Raditya menegaskan bahwa pihak SPPG bersama mitra akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan makanan.
Evaluasi akan mencakup proses pemilihan dan penerimaan bahan baku, pengolahan makanan, penyimpanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat penerapan standar keamanan pangan sekaligus memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap memenuhi ketentuan.
Pihak mitra juga memastikan pendampingan terhadap pasien akan terus dilakukan selama proses pengobatan berlangsung. Dukungan tersebut tidak hanya mencakup biaya medis, tetapi juga kebutuhan pasien dan keluarga selama menjalani perawatan.
Di sisi lain, belum dapat disimpulkan bahwa keluhan kesehatan para siswa disebabkan oleh makanan MBG. Kepastian mengenai penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium.
Dengan demikian, penanganan terhadap pasien dan evaluasi internal SPPG tetap berjalan bersamaan dengan proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari kejadian tersebut.

