
Bursanasional.com || Rembang — Lautan manusia memadati Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Senin siang (24/08/2026). Ribuan warga datang untuk menyaksikan Parade Sound Horeg dan Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Sejak selepas salat Dzuhur, Lapangan Desa Tegaldowo mulai dipenuhi warga. Antusiasme masyarakat juga menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang yang membuka lapak di sepanjang lokasi kegiatan.
Karnaval tersebut diikuti 10 grup yang berasal dari enam dukuhan. Empat grup berasal dari Dukuh Tegaldowo, sementara Dukuh Ngencong, Ngablak, Dukoh, Ngelo, dan Karanganyar masing-masing mengirimkan satu grup.
Sejumlah sound system dari berbagai daerah turut didatangkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya Teguh dan Alfy Audio dari Grobogan, HNS dan Brewog Audio dari Blitar, H PRO dan Blizzard Audio dari Malang, Sinar Musik dari Kediri, BRC Audio dari Lumajang, IMA Production dari Jember, serta Bintang Jaya Audio dari Lumajang.
Karnaval diberangkatkan langsung oleh Kepala Desa Tegaldowo, Kundari, S.E., didampingi perangkat desa dan panitia. Pelepasan ditandai dengan pembacaan basmalah secara bersama-sama.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Parade Sound dan Karnaval Budaya kita mulai,” pekik Kundari saat melepas peserta.
Kundari mengatakan, kegiatan parade sound dan pawai budaya telah dilaksanakan masyarakat Tegaldowo dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kegiatan tersebut berpeluang menjadi agenda tahunan apabila mendapat dukungan masyarakat dan tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Parade Sound Horeg dan Pawai Budaya sudah beberapa tahun terakhir kita laksanakan. Untuk kemungkinan dijadikan agenda rutin, kami Pemerintah Desa mengikuti kesepakatan warga dan selama tidak ada regulasi atau aturan yang melarang,” ujarnya.
Warga Gotong Royong Biayai Kegiatan
Kundari menjelaskan, seluruh biaya penyelenggaraan parade sound berasal dari swadaya masyarakat di masing-masing grup dukuhan. Pemerintah Desa Tegaldowo berperan sebagai panitia pelaksana kegiatan.
Menurutnya, semangat warga untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan bahkan diwujudkan melalui kegiatan gotong royong selama musim panen jagung. Warga secara sukarela membantu mengangkut hasil panen milik warga lain dan kemudian mengumpulkan hasilnya untuk membiayai kegiatan.
“Untuk dana kegiatan ini murni semua swadaya dari masing-masing grup dukuhan. Kami Pemerintah Desa hanya sebagai panitia pelaksana acara. Para grup ini rela berbulan-bulan selama masa panen gotong royong mengusung jagung milik orang yang sedang panen. Hasilnya mereka kumpulkan hingga puluhan juta untuk mendatangkan sound horeg. Pokoke pol-polan masyarakat Tegaldowo,” tegasnya.
Semangat tersebut menunjukkan kuatnya partisipasi dan gotong royong masyarakat dalam mengisi peringatan kemerdekaan. Kegiatan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan antardukuhan.
Pedagang UMKM Ikut Ketiban Berkah
Ramainya pengunjung juga memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM dan pedagang. Berbagai dagangan, mulai dari makanan, minuman, hingga jajanan, turut memenuhi area sekitar lokasi karnaval.
Salah seorang pedagang mengaku bersyukur karena banyaknya pengunjung membuat dagangannya lebih cepat terjual.
“Alhamdulillah, Mas, kalau bisa tiap hari ada acara begini, lumayan Mas. Pengunjung banyak, dagangan kita juga laris. Teman-teman yang jual es juga habis semua, Mas,” ujarnya sambil tertawa di lokasi kegiatan.
Bagi masyarakat Tegaldowo, Parade Sound Horeg dan Karnaval Budaya menjadi salah satu bentuk kegembiraan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Di balik kemeriahan tersebut, terdapat semangat gotong royong warga yang rela bekerja bersama mengumpulkan biaya kegiatan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Dengan tingginya antusiasme warga dan manfaat ekonomi yang dirasakan pedagang, kegiatan serupa dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda perayaan kemerdekaan di Desa Tegaldowo, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

