
REMBANG – Momen peringatan kemerdekaan selalu membawa perenungan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.
Merah Putih yang berkibar tinggi hari ini, harusnya membuat kita ingat bahwa 81 tahun lalu ada napas panjang perjuangan yang wajib kita jaga bersama.
Semangat tersebut menjadi pengingat penting di tengah dinamika dan ujian bangsa saat ini. Tidak bisa dipungkiri, berbagai persoalan sosial dan politik kerap memicu rasa lelah serta kekecewaan di tengah masyarakat.
Kita boleh lelah dengan hiruk-pikuk politik, boleh murka pada ketidak adilan, muak pada pejabat, dan marah pada pemerintah. Tapi semarah apapun kita, jangan pernah memiliki pikiran untuk melompat dari kapal, apalagi menenggelamkan kapal sebagai rumah bersama, INDONESIA.
Kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa ini berakar kuat pada sejarah pembentukannya. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah cuma-cuma, melainkan hasil dari pengorbanan jiwa dan raga.
Kita semua tau, kemerdekaan ini diperoleh tidak dengan mulut manis pejabat. Kemerdekaan ini diraih dengan darah, air mata, dan keikhlasan para pendahulu yang mendambakan anak cucunya hidup tenang dalam kemerdekaan.
Oleh karena itu, kekecewaan, perbedaan politik, maupun pergantian kepemimpinan hendaknya tidak merobohkan pondasi kebangsaan yang telah dibangun para pahlawan.
Kepemimpinan akan selalu berganti, dan menjaga Indonesia untuk tetap teguh adalah tugas yang abadi.
Tugas untuk tetap bertahan, merawat persatuan.
Pastikan api harapan tetap menyala. Karna tanah air ini adalah tempat untuk melanjutkan perjuangan, dan kelak juga akan menjadi tempat bagi kita untuk berpulang.

