Rapat PAKEM Gianyar Tegaskan Kondisi Kondusif, Tidak Ditemukan Aliran Menyimpang

Bursanasional.com || Gianyar, Bali – Suasana kondusif dan harmonis antarumat beragama di Kabupaten Gianyar kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Kamis (16/04/2026).

Rapat tersebut menghadirkan berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Nahdlatul Ulama (NU), hingga jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan dari Kodim dan Polres Gianyar, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam forum tersebut, seluruh peserta rapat menyepakati bahwa hingga saat ini wilayah Gianyar berada dalam kondisi aman dan terkendali, tanpa adanya indikasi aliran kepercayaan yang menyimpang, intoleran, maupun radikal yang berpotensi mengganggu persatuan umat serta ketertiban masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi konflik sosial berbasis kepercayaan, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas daerah yang dikenal sebagai “Bumi Seni”.

Perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gianyar turut hadir dalam rapat tersebut. Ketua PCNU Gianyar yang berhalangan hadir diwakili oleh Wakil Sekretaris, Akhmad Sholeh. Dalam sesi dengar pendapat, ia menegaskan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Gianyar masih terjaga dengan sangat baik.

“Kami dari NU Gianyar memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada aliran yang mengatasnamakan Islam yang bersifat menyimpang, intoleran, maupun radikal tumbuh di wilayah Gianyar,” tegasnya di hadapan peserta rapat.

Ia juga menambahkan bahwa NU Gianyar siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, segala bentuk upaya yang berpotensi memecah belah persatuan harus ditolak bersama.

“Kerukunan ini adalah aset berharga. Kami tidak akan mentolerir siapapun yang mencoba merusaknya. NU siap menjaga persatuan dan kesatuan demi terwujudnya harmoni dalam keberagaman, baik dalam agama maupun aliran kepercayaan yang dilindungi oleh undang-undang,” lanjutnya.

Trending :   Layani Ribuan Warga Tahun 2023, Ketum PMPR: Tahun ini Akan Kami Tingkatkan Lagi!

Selain itu, sejumlah peserta rapat juga memberikan masukan terkait pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih memahami nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. Upaya ini dinilai krusial untuk mencegah masuknya paham-paham ekstrem dari luar yang dapat mengganggu stabilitas sosial.

Rapat koordinasi PAKEM ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk terus memperkuat komunikasi lintas sektor serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan berbasis ideologi dan kepercayaan.

Dengan sinergi yang terus terjaga, Kabupaten Gianyar diharapkan tetap menjadi contoh daerah yang mampu merawat kerukunan dalam keberagaman, sekaligus menjaga identitasnya sebagai wilayah yang damai, religius, dan berbudaya.

Related Articles

spot_img

TRENDING