
Bursanasional.com || Rembang, Jawa Tengah – Hembusan angin kencang yang terjadi pada Sabtu malam (07/03/2026) sekitar pukul 18.00 WIB mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 1 Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.
Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan waktu setelah Maghrib itu sempat mengejutkan warga sekitar. Suara keras yang muncul dari arah kawasan TPI membuat masyarakat setempat keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi.
Salah satu warga Tasikagung, Andhi, menuturkan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Menurutnya, angin kencang datang bersamaan dengan hujan yang turun secara singkat namun berulang.
“Sekitar habis Maghrib anginnya sangat kencang, sampai terdengar suara keras dari arah TPI. Pagi harinya ketika dicek, ternyata bangunan di TPI 1 sudah rusak parah,” ujar Andhi saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebelum angin kencang terjadi, hujan sempat turun dengan intensitas ringan namun tidak berlangsung lama. Meski demikian, hembusan angin yang menyertai hujan tersebut terasa sangat kuat.
“Hujannya hanya sebentar-sebentar, beberapa menit turun lalu berhenti. Tapi anginnya sangat kuat, seperti angin barat,” tambahnya.
Hingga Minggu pagi, menurut Andhi, belum ada pihak terkait yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Hal tersebut diduga karena peristiwa terjadi pada malam hari sehingga pendataan kerusakan baru dapat dilakukan pada hari berikutnya.
“Belum ada yang datang meninjau, mungkin karena kejadiannya tadi malam,” jelasnya.
Meski menyebabkan kerusakan pada bangunan di area pelelangan ikan, aktivitas para nelayan disebut tidak terlalu terdampak. Hal ini karena saat musim angin barat, sebagian besar kapal nelayan biasanya bersandar di sisi timur pelabuhan.
“Kalau musim barat biasanya kapal-kapal bersandar di sebelah timur. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan bangunan saja,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait besaran kerugian akibat peristiwa tersebut, hingga kini belum dapat dipastikan. Andhi memperkirakan data kerugian kemungkinan akan diketahui setelah ada pendataan dari pihak pengelola TPI maupun pihak terkait lainnya.
“Untuk kerugiannya belum tahu pasti. Mungkin nanti pihak pengelola TPI atau pihak ketiga yang bisa memberikan data lebih jelas,” pungkasnya.


