Sejarah Abbasiyah dan Pati Mengajarkan, Pajak Berlebihan Selalu Berbalik Merugikan

Pajak memang penting. Tapi apa benar, tanpa pajak jalan akan terus rusak tanpa perbaikan, sekolah tak punya bangku, dan layanan publik tak berjalan.

Kok malah mirip kayak sayur asem. nggak semua orang doyan, tapi katanya wajib ada biar “hidup sehat.”

Seperti didaerah lain, Rembang juga jadikan Pajak jadi salah satu sumber pemasukan utama daerah.

Masalahnya, kalau porsinya kebanyakan, yang kenyang justru pemerintah, bukan rakyatnya. Naikin pajak itu gampang, tapi efeknya ke rakyat bisa bikin perekonomian lemas kayak motor kehabisan bensin.

Mari kita lihat “drama” yang biasa terjadi kalau pajak kelewat tinggi:

1. Daya Beli Rakyat Ambyar

Uang yang tadinya cukup buat belanja sayur, bayar listrik, dan sesekali jajan bakso, sekarang harus mikir dua kali. Harga barang naik, gaji segitu-gitu aja, akhirnya rakyat berhemat sambil berharap diskon dadakan. Ekonomi pun ikut puasa.

2. Pengusaha Auto Cari Tempat Baru

Kalau beban pajak kayak karung semen di pundak, ya wajar kalau pengusaha mikir pindah ke daerah lain. Di sana pajaknya lebih ramah, di sini cuma ramah di baliho.

3. Pendapatan Daerah Malah Turun

Pemerintah kadang lupa, kalau orang udah males bayar pajak karena berat, ya yang masuk kas daerah malah berkurang. Mau dikejar-kejar pun, kalau rakyat udah lari ke “zona aman,” susah balik lagi.

4. Ekonomi Lesu, Pengangguran Nambah

Bisnis lesu, pabrik tutup, toko gulung tikar. Akhirnya, pengangguran jadi pemandangan biasa. Pemerintah? Sibuk rapat membahas “strategi pemulihan” sambil ngopi.

5. Rasa Keadilan Hilang Entah ke Mana

Kalau uang pajak cuma mampir di proyek yang manfaatnya lebih dirasakan pejabat daripada rakyat, ya wajar kalau kepercayaan ke pemerintah anjlok.
Pajak bukan buat beli mobil dinas baru Pak. Rakyat lebih butuh jalan mulus dan layanan publik yang beneran terasa.

Trending :   Jangan Jumawa, Do'a Rakyat Terzalimi Lebih Kuat Dari Benteng Istana!

Contoh sejarah? Lihat Dinasti Abbasiyah yang ambruk gara-gara pajak mencekik. Atau lihat tetangga kita, Kabupaten Pati, yang sempat bikin rakyat ngamuk karena tarif pajak dinaikkan kelewat batas.

Naikin pajak itu bukan dosa hukum, tapi kalau nggak pakai hitung-hitungan yang adil dan tanpa perbaikan pelayanan, ya itu namanya bunuh diri politik. Pemerintah Rembang sebaiknya mikir dua kali sebelum menambah beban rakyat, sambil ngaca: fasilitas mewah dan acara seremonial yang nggak ada manfaat langsung ke rakyat, coba dikurangi dulu.

Kalau kata orang tua dulu, “Jangan serakah di atas piring orang lain.” Semoga saja Gusti Allah memberi akal sehat dan hati yang lembut. Biar pajak yanhg dipungut berubah jadi berkah, bukan kutukan.

Al-Losary,
Sekjen Brandal Alif

Related Articles

spot_img

TRENDING