
Rembang – Bursanasional.com || Upaya pemadaman kebakaran yang terjadi di Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, pada Rabu (08/07/2026) malam, sempat terkendala akibat minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus mencari pasokan air hingga ke desa tetangga agar proses pemadaman dapat terus berlangsung.
Informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima oleh Seger, anggota PAC PDG Desa Logung. Menindaklanjuti informasi tersebut, salah seorang relawan segera menghubungi Call Center Damkar Kabupaten Rembang. Laporan tersebut diterima oleh petugas bernama Sarpani, disertai informasi bahwa apabila armada mengalami kekurangan air, tersedia alternatif sumber air di Desa Pelemsari.
Setelah melakukan koordinasi, sejumlah anggota PDG Desa Pelemsari kemudian berangkat menuju lokasi kebakaran untuk memberikan bantuan.
Sesampainya di lokasi, rombongan sempat melihat armada pemadam keluar dari kawasan Desa Logung. Awalnya mereka mengira proses penanganan telah selesai. Namun, setelah ditelusuri, armada Damkar ternyata berhenti di sekitar embung Desa Logung dengan maksud mengambil air.
Sayangnya, embung tersebut tidak lagi memiliki cadangan air yang cukup. Air embung diketahui telah banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan tanaman tembakau selama musim tanam tahun 2026, sehingga yang tersisa hanya lumpur dan tidak memungkinkan untuk menyuplai kebutuhan armada pemadam kebakaran.
Melihat kondisi tersebut, petugas Damkar yang dikemudikan Daniel kemudian diarahkan menuju bak penampungan air Kelompok Tani Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber, yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi kebakaran.
Bak penampungan tersebut merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian Kabupaten Rembang, berupa fasilitas sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 meter yang dilengkapi bak penampungan berkapasitas sekitar 10 meter kubik. Selama ini, fasilitas tersebut rutin dijaga ketersediaan airnya oleh Selamet, yang bertugas mengelola sarana tersebut.
Selain menjadi penunjang utama kebutuhan air bagi lahan pertanian, khususnya pada musim tanam tembakau tahun 2026, keberadaan sumur bor dan bak penampungan tersebut juga terbukti memberikan manfaat dalam situasi darurat seperti kebakaran.
Setibanya di lokasi, petugas Damkar bersama warga segera memasang selang hisap ke atas bak penampungan. Proses pengisian air ke dalam tangki pemadam turut dibantu oleh Aril, yang membantu menarik selang berukuran besar hingga proses pengisian berlangsung lancar.
Setelah tangki terisi penuh, petugas mematikan mesin pompa dan segera kembali menuju lokasi kebakaran di Desa Logung untuk melanjutkan proses pemadaman.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya keberadaan infrastruktur penyediaan air di pedesaan. Selain mendukung sektor pertanian, fasilitas seperti sumur bor dan bak penampungan air juga dapat menjadi sumber air alternatif yang sangat dibutuhkan dalam penanganan keadaan darurat, termasuk kebakaran.

