
Tegaldowo, Rembang — Malam penuh cahaya dan keberkahan kembali menyapa kawasan pegunungan Rembang. Bertempat di Masjid Baiturrohman, Desa Tegaldowo, Selasa (01/07/2025), lantunan Sholawat Burdah menggema, diikuti ratusan jamaah dari enam desa sekitar. Tradisi selapanan ini bukan hanya bentuk cinta pada Rasulullah, tapi juga perekat ukhuwah antarwarga lintas desa.
Kegiatan ini dihadiri para kyai dan ustadz dari Dowan, Suntri, Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, dan Kajar, serta barisan Banser Langit yang setia menemani dari masjid ke masjid. Mereka berkumpul dalam suasana khusyuk, menghidupkan syi’ir klasik karya Imam Al-Busiri, yang disyarahkan melalui karya K.H. Sholeh Darat Semarang, ulama besar sekaligus guru spiritual R.A. Kartini.
Malam ini, kajian syarah Burdah sampai pada bait:
“Fa inna ammaroti bissu’i ma ta’adzot, min jahliha binnadziri syaibi wal haromi.”
Bait ini membahas tiga jenis nafsu: Amarah, yang cenderung pada keburukan; Lawwamah, yang menyesal namun belum stabil; dan Uthmainnah, nafsu tenang yang dimiliki para wali Allah. Penjelasan ini mengajak jamaah tidak hanya bersholawat, tetapi juga memahami dimensi ruhaniyah dalam kehidupan.
Menurut Mas Irfan, salah satu pengurus Masjid Baiturrohman, awal mula kegiatan ini berasal dari permintaan masyarakat agar pembacaan Burdah tidak hanya digelar di satu titik.
“Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut dengan sistem anjangsana antar masjid. Dari satu desa ke desa lain. Sehingga tercipta ukhuwah islamiyah yang semakin kuat di kawasan pegunungan,” jelasnya.
Inisiatif ini kemudian dikembangkan bersama Habib Abdul Qodir Al Kaff dari Sedan, yang sebelumnya hanya rutin hadir di Masjid Desa Suntri. Kini, nyaris seluruh masjid di wilayah pegunungan mendapat giliran keberkahan dalam pembacaan Burdah selapanan yang beliau pimpin.
Tradisi Burdah selapanan ini telah berlangsung hampir dua tahun. Bukan sekadar ritual ibadah, namun menjadi ruang ilmu, dakwah, dan kebersamaan. Di tengah dunia yang makin terfragmentasi, kegiatan ini justru menjadi oase spiritual yang menguatkan jalinan silaturahmi dan menjaga warisan Islam yang ramah, teduh, dan membumi.

