Pelestari Tradisi Bali, Inti Bhuwana Esa Konsisten Produksi Rumah Kayu Bernilai Filosofis

Rumah Kayu Bali

Gianyar, Bali – Di tengah pesatnya pembangunan bergaya modern di Pulau Dewata, satu nama tetap teguh menjaga akar budaya lokal: Inti Bhuwana Esa, produsen furniture dan bangunan adat asal Gianyar, Bali.

Sejak awal tahun 2000, usaha ini konsisten melestarikan arsitektur tradisional Bali, terutama melalui produksi Bale Kantil, salah satu bangunan adat yang memiliki nilai spiritual penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali.

Didirikan oleh Akhmad, yang akrab disapa Kang Ibe, Inti Bhuwana Esa awalnya fokus pada produksi furniture berstandar ekspor. Namun seiring berkembangnya pasar desain etnik di Bali, arah usaha pun bertransformasi menuju pembuatan rumah kayu dan Bale Bali untuk villa, restoran, hingga tempat ibadah.

“Saya pribadi merasa terpanggil untuk melestarikan budaya Bali, khususnya bangunan adat yang mulai kurang diminati oleh generasi muda,” ujar Kang Ibe saat ditemui di showroom Inti Bhuwana Esa, Jl. Raya Pering, Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (22/06/2025).

Beragam jenis Bale Bali diproduksi, mulai dari Bale Kantil, Bale Dangin, Bale Gedong, Bale Piasan, hingga furniture custom sesuai permintaan pelanggan. Harga pun bervariasi, mulai dari Rp350 ribu untuk kursi hingga mencapai Rp500 juta untuk satu unit rumah kayu berarsitektur adat.

Yang membedakan Inti Bhuwana Esa dengan produsen lain adalah komitmennya dalam menerapkan Asta Kosala Kosali, yakni konsep tata ruang tradisional Bali berdasarkan ajaran Hindu. Prinsip ini mengatur posisi, arah, ukuran, hingga nilai spiritual bangunan, bukan sekadar estetika.

“Pembuatan Bale Bali tidak cukup hanya dari sisi estetika, tapi harus tetap mengikuti prinsip-prinsip arsitektur Bali yang diwariskan leluhur,” tambah Kang Ibe.

Di tengah maraknya pembangunan modern dengan arsitektur instan dan minim filosofi, kehadiran Inti Bhuwana Esa menjadi angin segar bagi pelestarian budaya. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyebarkan semangat menjaga jati diri arsitektur Bali agar tetap hidup dan dihargai lintas generasi.

Related Articles

spot_img

TRENDING