
Bursanasional.com || Rembang – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Gunem menjadi forum strategis dalam menyerap dan menyatukan aspirasi masyarakat untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Rembang Tahun 2027. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Rembang Gus Hanies Cholil Barro’, Camat Gunem Fajar Riza Dwi Sasongko, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, anggota DPRD Dapil VI, kepala desa se-Kecamatan Gunem, perwakilan OPD, serta para pemangku kepentingan.
Turut hadir perwakilan Dinas Perhubungan, BPBD, PKK, PT Semen Gresik, PT Charoen Pokphand Jaya Farm, PT Indomobil, Perhutani, SPPG, Forum Perempuan dan Anak Kecamatan Gunem, hingga tokoh masyarakat.
Selain agenda perencanaan pembangunan, Musrenbangcam juga diramaikan dengan pembukaan bazar murah oleh Wakil Bupati Rembang. Bazar tersebut menyediakan paket sembako murah, produk UMKM, serta hasil pertanian lokal yang dikelola oleh ibu-ibu PKK sebagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Rembang melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mushola Al Barokah Kecamatan Gunem. Pembangunan mushola ini merupakan hasil Swadaya bersama sebagai bentuk dukungan terhadap fasilitas ibadah masyarakat dan diharapkan pihak-pihak lain bisa tergerak untuk membantu.
Dalam sambutannya, Gus Hanies Cholil Barro’ menegaskan bahwa Musrenbangcam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum penting untuk merumuskan pembangunan berbasis data, terukur, dan berkelanjutan. Ia menekankan perencanaan harus berpihak pada kelompok rentan, memperhatikan efisiensi anggaran, serta membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah Gunem.
Wakil Bupati juga memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Rembang, antara lain penurunan angka kemiskinan dan stunting, pertumbuhan ekonomi yang mencapai lima persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 73 persen. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga mendukung proyek strategis nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan KDMP.
Menurutnya, Kecamatan Gunem memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan sumber daya alam. Namun, keterbatasan akses dan infrastruktur masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, prioritas pembangunan diarahkan pada peningkatan jalan produksi dan akses antar desa, penguatan pertanian dan peternakan rakyat, serta pendampingan perluasan akses pasar.
Sementara itu, Camat Gunem Fajar Riza Dwi Sasongko mengapresiasi kehadiran seluruh undangan dan berharap Musrenbangcam dapat berjalan lancar serta membawa manfaat bagi masyarakat. Ia menyebut Gunem sebagai paru-paru Kabupaten Rembang karena kelestarian hutannya masih terjaga, sehingga pembangunan harus tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Fajar Riza juga mendorong Gunem sebagai kawasan agrowisata dan lumbung pangan, salah satunya melalui pengembangan komoditas alpukat. Ia menambahkan, Kecamatan Gunem turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian hingga pertambangan, serta berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengadaan unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas medium guna meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Dalam sesi tanya jawab, warga Desa Sendangmulyo mempertanyakan pembagian dan pemanfaatan embung. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada DPUTARU untuk dilakukan evaluasi serta melibatkan masyarakat dalam penentuan penerima manfaat.
Terkait penerangan jalan umum, Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa pemasangan LPJU telah dilakukan secara bertahap dan skala prioritas pada tahun 2025, di antaranya di kawasan Masjid Sawah Ombo, Jalan SD Panohan, Jalan Desa Sendangmulyo, dan Jalan SD Sidomulyo.
Melalui Musrenbangcam ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kecamatan Gunem dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.


